Tubuh kaku bak kayu dialami Sulami selama puluhan tahun. Perempuan asal Sragen, Jawa Tengah ini menderita sebuah penyakit langka bernama Ankylosing Spondylitis. Ini adalah sebuah penyakit peradangan kronis genetik. 
Penyakit ini menyebabkan ruas tulang belakang melekat menjadi satu dan membuat sekujur tubuh kaku. Setiap waktu, perempuan berusia 35 tahun ini selalu kesulitan melakukan aktivitas. Bahkan sekedar untuk berbaring di tempat tidur, ia dibantu orang lain.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Sulami terlahir normal, namun memasuki usia 10 tahun seluruh tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku dan tak dapat digerakkan. Satu per satu organ tubuhnya tidak dapat berfungsi. Hanya organ di atas leher dan jari-jari tangan saja yang masih dapat digerakkan.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Kondisi serupa juga dialami oleh saudari kembar Sulami, Paniyem. Sayangnya, ia tidak mampu bertahan dan meninggal pada lima tahun lalu. Awal penyakit ini timbul saat kedua perempuan kembar ini memiliki luka dan benjolan yang sering mereka garuk.
"Ada benjolan di lehernya, terus turun ke bawah. Tulangnya satu persatu kaku" tutur Sulami.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Saat ini Sulami hidup hanya bersama neneknya yang selalu sabar merawatnya setiap hari. Sejak didiagnosis oleh dokter, keluarganya tidak bisa menjalani pengobatan dengan tuntas karena kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Beruntung petugas puskesmas selalu datang dua hingga tiga kali seminggu untuk memeriksa keadaan Sulami. Tapi kondisi ini tak menyurutkan niat Sulami untuk berkarya. Sehari-hari ia menghabiskan waktu dengan membuat kerajinan tangan dari manik-manik.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Meski mengalami keterbatasan pada kondisi fisiknya, Sulami juga tidak pernah melalaikan ibadah. Ia selalu menyempatkan untuk membaca Alquran, berdzikir, dan sholat lima waktu. Selain itu ia juga kerap melakukan puasa Senin dan Kamis.
NET.CJ EKO PRIMARYANTO 

Cerita Sulami, Manusia Kayu Asal Sragen Berjuang Hidup

Tubuh kaku bak kayu dialami Sulami selama puluhan tahun. Perempuan asal Sragen, Jawa Tengah ini menderita sebuah penyakit langka bernama Ankylosing Spondylitis. Ini adalah sebuah penyakit peradangan kronis genetik. 
Penyakit ini menyebabkan ruas tulang belakang melekat menjadi satu dan membuat sekujur tubuh kaku. Setiap waktu, perempuan berusia 35 tahun ini selalu kesulitan melakukan aktivitas. Bahkan sekedar untuk berbaring di tempat tidur, ia dibantu orang lain.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Sulami terlahir normal, namun memasuki usia 10 tahun seluruh tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku dan tak dapat digerakkan. Satu per satu organ tubuhnya tidak dapat berfungsi. Hanya organ di atas leher dan jari-jari tangan saja yang masih dapat digerakkan.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Kondisi serupa juga dialami oleh saudari kembar Sulami, Paniyem. Sayangnya, ia tidak mampu bertahan dan meninggal pada lima tahun lalu. Awal penyakit ini timbul saat kedua perempuan kembar ini memiliki luka dan benjolan yang sering mereka garuk.
"Ada benjolan di lehernya, terus turun ke bawah. Tulangnya satu persatu kaku" tutur Sulami.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Saat ini Sulami hidup hanya bersama neneknya yang selalu sabar merawatnya setiap hari. Sejak didiagnosis oleh dokter, keluarganya tidak bisa menjalani pengobatan dengan tuntas karena kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Beruntung petugas puskesmas selalu datang dua hingga tiga kali seminggu untuk memeriksa keadaan Sulami. Tapi kondisi ini tak menyurutkan niat Sulami untuk berkarya. Sehari-hari ia menghabiskan waktu dengan membuat kerajinan tangan dari manik-manik.
Sulami. (NET.CJ/Eko Primaryanto)
Meski mengalami keterbatasan pada kondisi fisiknya, Sulami juga tidak pernah melalaikan ibadah. Ia selalu menyempatkan untuk membaca Alquran, berdzikir, dan sholat lima waktu. Selain itu ia juga kerap melakukan puasa Senin dan Kamis.
NET.CJ EKO PRIMARYANTO 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar