Gaya hidup tidak berpakaian
jika menilik perkembangan zaman seperti kian digemari saja. Paham
Naturisme atau Nudisme ini menjadi faham yang masih diterapkan oleh
sebagian masyarakat di Thailand, terutama salah satu resort ini. Resort
yang bernama Barefeet Naturist Resort menerapkan ketetapan yang sangat
unik dan berbeda dari resort-resort lainnya di Thailand.
Terlihat dari luar gedung tampat seperti rumah normal biasanya,
terasa tidak ada yang istimewa. Pintu gerbangnya besar dengan kayu
sebaai bahan dasar dan diberi sedikit warna cat putih. Lantas apa yang
unik dari resort ini? Resort ini tidak memiliki pintu sama sekali di
dalamnya, yang berarti bagi semua orang tidak akan terjaga privasinya
jika menginap di resort ini.
Lokasinya yang strategis membuatnya tidak sulit untuk ditemukan.
Resort ini terletak di belakang sebuah jalan kecil di Prasert Manukit,
dan juga terletak di tengah-tengah beberapa kantor dan rumah-rumah
masyarakat. Resort ini selalu dibuka setiap harinya tertama saat
liburan, Resort ini juga selalu sedia kepada orang-orang nudis ataupun
nauris yang ingin bertemu ataupun menginap, baik itu perempuan ataupun
laki-laki.
Biaya yang dibutuhkan untuk dapat menginap di resort ini tidaklah
mahal, yaitu Rp 30 ribu per jam-Nya. Jika untuk waktu semalaman, anda
hanya cukup membayar uang sebanyak Rp 600 ribu rupiah. Selain mesti
membayar uang menginap dan mematuhi segala peraturan di resort ini, para
pengunjung diwajibkan harus melepaskan semua busananya.
Akan tetapi untuk kepada pengunjung Nudis yang baru pemula yang
biasanya malu-malu akan diberi kelongaran. Ia dipersilahkan mengenakan
handuk untuk menutupi bagian tubuh yang biasanya tabu dilihat
orang-orang.
Pengunjung yang sudah terbiasa terlihat beraktivitas seperti
biasanya. Pada hari Kamis, minggu lalu terlihat beberapa pria sedang
duduk di pinggir kolam renang tanpa mengenakan pakaian sedikitpun.
Selain itu, ada juga pengunjung yang sedang bekerja dengan laptopnya
tanpa berbusana diatas hamparan handuknya.
Umumnya, pada saat hari-hari sibuk para pengunjung melakukan
aktivitas yoga, menonton film bersama (IYKWIM), membeli ikan untuk
dibakar, dan aktivitas menyenangkan lainnya. Bila dilhat-lihat,
sepertinya orang yang ingin berkunjung ke resort ini mereka hanya ingin
bersenang-senang dengan tanpa mengenakan sehelaipun pakaian.
Peraturan lainnya yang harus dipatuhi seluruh pengunjung adalah
mereka sangat dilarang memotret atau mendokmentasikan segala kegiatannya
di resort ini. Kegiatan suami istri juga dilarang jika dilakukan di
tempat terbuka. Kegiatan itu boleh dilakukan bila berada di ruangan yang
tertutup.
Ternyata pemilik Barefeet Naturist Resort ini adalah
pemimpin Thailand Naturist Association, bernama Greges Moller yang
berprofesi sebagai wartawan asal Denmark. Greges mendirikan resort ini
atas dukungan dari istrinya, Thai Disraporn Yatprom.
Seperti dikutip dari laman bangkok.coconuts.co, pada tahun
1988 Moller yang kini berusia 63 tahun mengunjungi negara Gajah Putih
itu sebagai koresponden. Pada tahun 2007, ia mendirikan Naturist
Asosiasi Thailand. Kegiatan yang pernah dilakukan oleh Naturist Asosiasi
Thailand adalah mengunjungi sebuah pulau bersama-sama dengan tidak
mengenakan busana.
Hingga sekarang, anggota Naturist Asosiasi Thailand.telah mencapai
300 orang. Agar menjadi anggota ekslusif atau spesial, tiap anggota
harus membayar iuran per tahunnya. Anehnya, sepertiga anggota adalah
masyarakat Thailand itu sendiri.
Bagaimana menurut kamu? Apa yang terjadi bila ada di Indonesia? MUI bakal ribut dah wkwkw.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar